UNRAS Menyoal Tata Kelola TPAS Aktifis LAKI P45 Bogor Akui Alami Persekusi, Lapor Polisi Tuntut Penegakan Hukum.

Mataelangnews.com || Bogor- Cibungbulang, -Zaenal Arifin alias Joy Laki 45, korban persekusi saat aksi demo menuntut perbaikan pengelolaan TPAS Galuga melaporkan kejadian itu ke Polres Bogor, Selasa (16/12/2025). Pelaporan itu dilakukan untuk membela kepentingan warga khusus nya warga tiga desa yang sangat terdampak langsung umum nya warga masyarakat Cibungbulang dan Leuwiliang yang kini mulai terdampak operasional TPAS Galuga yang tidak baik.

“Laporan ini saya buat agar tuntutan kami supaya ada perbaikan dan pemenuhan janji atas Perjanjian Kerjasama antara Pemkot dan Pemkab Bogor dipenuhi. Selama ini perjanjian itu diingkari dan tidak terpenuhi, ada beberapa poin-poinnya yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Joy kepada Jurnal Bogor usai membuat Laporan Polisi di Mapolres Bogor.

Joy mengatakan, laporan polisi ini harus ditanggapi serius karena jam operasional truk pengangkut sampah dari Kota Bogor sering diabaikan walaupun sy yakin pihak pemerintah sering melihat mendengar juga menyaksikan secara langsung di media ataupun juga secara langsung.

“Dampaknya selain kepadatan lalin dan menimbulkan bau tak sedap karena truk harusnya menggunakan compactor truck (truk pemadatan otomatis untuk sampah perkotaan bervolume besar) tapi dalam pelaksanannya masih banyak dump truk di luar pemerintah,dengan bak terbuka. Bahkan kadang tidak ditutup terpal,” ujar Joy.

Sebelumnya koordinator aksi demo, Joy Laki 45 dipersekusi segerombolan orang yang datang di depan komplek Citoh, Kamis (11/12/2025). Akibat persekusi itu, Joy mengalami luka di rahang terkena tendangan salah satu orang dalam gerombolan itu.

Joy memang sempat menghentikan truk karena sudah melebihi jam operasional angkut sampah ke TPAS Galuga. Tak lama setelah dihentikan, segerombolan orang mengerubungi Joy, mendorong dan menendang dengan lutut membuat Joy jatuh. Saat terjatuh Joy kemudian ditendang di bagian rahang dan telinga yang membuat dirinya terluka.

“Saya sudah divisum rumah sakit sebagai bukti adanya penganiayaan ke Polres Bogor,” tandas Joy.